Berawal dari kebiasaan sehari - hari, sambil menyeruput kopi traditional dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, hingga timbulnya perasaan untuk membuat kopi sendiri. Hingga pada suatu hari rasa keinginan itu memuncak dan tiba waktunya saya memutuskan untuk membeli kopi mentah dipasar dan memanggangnya sendiri di wajan rumah.
Setelah menyajikan kopi yang dibuat sendiri dengan membandingkan kopi yang biasa saya beli membuat saya merasa ada yang salah dalam perbedaan yang saya rasakan, lalu saya memcoba mmemperhatikan kembali tulisan yang tertera dibelakang kemasan kopi yang saya beli waktu itu. Mata saya tertuju pada kolom Komposisi Sungguh kaget karena saya baru tahu ternyata tertulis Kopi dan Jagung, "bukankah saya meminum kopi hitam?" dalam pikir saya.
Dengan rasa penasaran saya mulai untuk mencari tahu atas pembenaran itu, dan mendapatkan jawaban yang ternyata memang sudah biasa dalam kalangan produsen kopi untuk menekan harga yang terjangkau untuk konsumen "setidaknya produsen tersebut jujur dalam memberi keterangan".. Setelah lama saya bertanya pada sebagian para ahli dan menambah wawasan dalam mengenali per-industrian kopi dalam negeri serta mengarahkan minat untuk melihat media kopi dalam dan luar negeri, timbul keiinginan untuk memproduksinya sendiri, dimulai dengan membeli alat-alat seadanya seperti drum panggang yang berkapasitas kecil dan memulai membuat karya produk yang autentik setidak nya untuk diminum sendiri,
Saya melanjutkan sekolah kopi saya di (AEKI-AICE Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia) di jakarta, untuk menambah wawasan dan keilmuan industri perkopian. disana berisi banyak anggota dari para produsen bvesar yang ikut menjadi perwakilan peserta, dan saya banyak mendaptkan teman dari kalangan mereka serta mendengarkan cerita mereka.
-- Choirul anwar